?

Log in

Jul. 12th, 2011

lizzy

[ONKEY/PG13/DRABBLE] On A Rainy Days

Title            : On a rainy days

Author        : hanipumpkins

Pairing        : broken Jongkey, Onkey

Rate/genre : PG13/ Romance, Shonen-ai, Fluff (pendek)

Disclaimer  : Just own the plot, dare to steal them? Beware of your afterlife in hell

Warning      : Out Of Character, typos.

Background Song : SeeYaa Feat Lee hae-ri (Davichi) – You’re all grown up

Summary    : Sang hujan yang selama ini selalu aku cintai karenamu, kini hanya benda mati yang menyaksikan kisah kita dengan tenang.

***

Onjongkey fanfic Rainy days

 

-Key Centric-

Hari yang sama, hari berhujan yang lembap ketika untuk pertama kalinya takdir mempertemukan kita berdua. Kala itu sang langit sangat mendung dan awan kelabu yang tebal beriringan di atas kepalaku.

Apa kau melihatnya?

Apakah memory itu masih ada di benakmu?

Masihkah kau menyimpannya?

Memoar pahit yang terkuar dan mengharukan pada saat yang bersamaan. Memori dimana kau mengecup pipi milikku lembut dan serta merta menimbulkan rona di wajah ini.

Sampai saat ini, detik ini dengan jantung yang terus berdetak masih dapat kurasakan betapa lembutnya tatapan teduhmu ketika kau mengelus rambutku. Sensasi yang tak pernah bisa meninggalkan relung hati ini.

Meski dingin yang menusuk tulang menelusup ke tubuh ini, meski itu dapat membuatku membeku , aku tak peduli, asal aku bisa berada disampingmu. Hanya dengan aroma tubuhmu yang bermain di penciumanku pun dapat secara magis dapat memberikan kehangatan yang tak terhingga ke sekujur tubuh ini.

Just stand beside me and you already make my heart warm.

.

.

Did you remember all things that you said to me?

Tak terasa musim semi datang dengan cepat, secepat cintaku yang bersemi untukmu. Kita tertawa bersama dan menikmati sinar sang matahari sambil memakan Es krim favoritku.

Menceritakan beberapa lelucon dan membuat benih – benih di hatiku tumbuh semakin kuat semakin besar. Mungkin kau tak menyadarinya.

Masih kuingat wajah canggungmu kala itu, wajahmu memerah dan membuatmu tampak semakin manis. Tanpa kusangka ternyata hari itu menjadi momen yang paling membahagiakan untukku.

Tidak banyak kata yang terlontar dari mulutmu saat itu, namun ketika bibir ini saling bersentuhan dengan manis. Aku tau, kau telah membuatku menjadi milikmu.

.

.

Why are  you being like this?

Did you trying to make me going insane?

Sang hujan yang selama ini selalu aku cintai karenamu, kini hanya benda mati yang menyaksikan kisah kita dengan tenang

Ia dengan murah hati menghapus kristal-kristal air mata yang turun dari manik mataku dengan kristal miliknya. Menghapusnya ketika kau dengan kejam mengakhiri kisah ini dengan alasan yang tak pernah aku ketahui.

Apa kau tau?

Seketika itu pula kau membuat duniaku runtuh tanpa asa yang dulu menemaniku ketika kau ada disisiku.

.

.

Now those hurtful day had passed

Changed with unexpected new beginning

Thanks a lot Kim Jong-hyun…

Bulir–bulir air mata yang jatuh saat aku mendapatimu bersama lelaki manis lain. Memberikan  berjuta–juta rasa pilu yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.

It hurts..

Sungguh nyeri, nyeri ketika hari–hari berhujan itu dimulai, sungguh pilu ketika hari–hari berhujan itu datang, mengingatkanku pada kenangan tentang dirimu yang palsu.

Namun tanpa hari–hari berhujan tersebut mungkin aku tak akan pernah dapat berdiri seperti ini, menggenggam tangan lelaki lain yang mencintai diriku sepenuhnya, mencintaiku dengan segala kesungguhan yang tak akan pernah habis.

Yongwonhi Saranghanda[1] Lee Jin-ki..

-fin-

Note: [1]= I Love u forever

Hahaha, iseng aja ngetik ini -_- Awalnya ini fic drabble yang saya tulis di diary gara – gara lagi galauu. Maaf kalo ffnya aneh, banyak typos atau apa. Maklum diedit seadanya dan dibuat dalam waktu kurang dari satu jam.

Tapi meski jelek saya tetep pengen review dari readers, supaya nantinya saya bisa membuat fic yang lebih baik -_- *bow*

Thanks for read my fics =))

An author are nothing without a readers who read her works…

Tags:

Jan. 19th, 2011

lizzy

FF/Shonen ai [Because of U]2min couple/indo

 

Because Of You ..  2min couple [Oneshot]

Tittle :

Author: HaniGlory

Cast    : Lee Tae-min and Choi Min-ho [SHINee] *sebodo amat sma kissunya mino sma yuri :P bgi gue just 2min yg REAL!!

Rate   : PG15

Genre: Yaoi off course -__- , Romance, bit straight.

Disclaimer: I only own the fic, they’re belong to their self and god! ..

A/N: Nobodys can copy this without my permission!! TT.. if you do that you’re a Plagiator actually!!Please Better you honest than lying !!

 

Oke jujur gue mah sebodo amaat sma kissunya Yuri and mino, gue uda kebal :P karena gue sndiri bkn shawol ataupun elf ataupun smacamnya!.. I’m just 2min and onkey shipper, so for me THEY’RE REAL!! Titik ga usah dtambahin koma! :P

Bagi yang gak suka  mending jangan dibaca!! , gue ga pduli :P kalopun ada yg mau Bash!

****

****

Ti k,tok,tik,tok.

“ Berhenti Min-ho ah..” seru seorang wanita pada lelaki yang sibuk menyetir disampingnya. Tapi tampaknya itu percuma, lelaki disebelahnya sama sekali tidak menepikan mobilnya. Wanita itu mendengus kesal ‘apa sih yang dipikirkan lelaki ini?’ batinnya dalam hati. Untuk kedua kalinya wanita itu setengah berteriak, kemudia lelaki itu menoleh dan ber’oh’ ria lalu menepikan mobilnya. Masih dengan pandangan mengacuhkan seperti tadi lelaki itu menepikan mobilnya. Menatap kosong ke arah depan dan sama sekali tidak memberikan perhatian pada wanita yang kini tengah memangil – manggil dirinya.

“ Choi Min-ho !!” seru wanita itu untuk ketiga kalinya, akhirnya pria itu menoleh. Kesal, ya wanita kesal,ia  memutar bola matanya ke atas saking kesalnya dan akhirnya membanting pintu mobil dengan sangat sopan kemudian masuk ke dalam dormnya. Namun tampaknya itu sama sekali tidak mengganggu pria yang berada dalam mobil tersebut. Seperti tak peduli ia kembali menjalankan mobilnya tanpa tujuan yang jelas. Memorinya kembali pada kejadian tadi sore. Memori yang membuat kepalanya pening seketika tanpa sebab. Awalnya ia mengira ini hanya sebuah penyakit yang akan dengan segera dapat terselesaikan ketika ia meminum obatnya. Tapi ia salah, penyakit ini hanya menyerangnya ketika ia memikirkan lelaki itu. Apa ini masih bisa disebut dengan penyakit? Jika iya, ia sudah mencoba mengatasinya dengan berbagai macam obat hingga ia tak sanggup lagi mengingat obat apa yang telah masuk ke dalam mulutnya.  Tapi penyakit itu tak kunjung sembuh.

Ya dia sadar,ia sakit, sakit karena namja itu. Namun semakin kuat ia menolak segala keinginan untuk mengingat memori – memori itu semakin kuat pula perasaan itu kembali. Ia merasa frustasi. Harga dirinya seperti terinjak – injak karena lelaki itu, belum lama rasanya ia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak pernah menemuinya lagi tapi kini rasa itu makin kuat dan membuatnya seakan – akan menelan ludahnya sendiri.

Tae-min

Bibir ini tak henti – hentinya mengucapkan nama itu. Bagaikan mantra yang sanggup mengoyak hatinya tiap kali menyebut nama itu. Tiap kali mengingat nama itu. Tiap kali mendengar nama itu.  Tiap kali melihat nama itu.

Mungkin ia memang bodoh, tapi ia sadar ini cinta, cinta yang sebenarnya. Perasaan dimana kau ingin melindungi seseorang, perasaan ketika kau ingin melihat seseorang terus tertawa jika dia berada di sisimu, perasaan ingin memiliki senyumnya dan segala jenis perasaan yang kini berkecamuk dan tak dapat ia jelaskan dengan segala kata – kata. Bukannya perasaan dimana kau merasa tertekan ,terpaksa, dan menderita.

******

Sressss…

Ya hujan turun dengan derasnya setelah rintik rintik itu turun. Membuka start bagi para katak untuk memamerkan suaranya. Seperti saling bersahut – sahutan dan dengan indahnya mereka membuat hujan kali ini bagaikan orchestra. Orcchestra dadakan. Irama indah bagi orang – orang, namun tidak bagi seseorang yang kini meringkuk di dekat jendelanya. Tampilannya kacau, rambut almondnya yang biasanya tertata rapi kini bak sarang burung. Matanya yang biasanya bersinar penuh keceriaan kini tampak sembab, dengan wajah pucat dan bibir kering. Lengkap sudah! Ia benar – benar tampak seperti orang frustasi sekarang.

Sebenar – benarnya ia sama sekali tak ingin terlihat begini. Tapi, tiap otak ini mengingat kenangan akan seorang choi min-ho. Entah bagaimana, perlahan bulir air mata langsung turun dari matanya, mengalir dengan deras dan membasahi bibirnya yang kering yang jelas merindukan kecupan – kecupan namja itu. Terkadang ia sendiri merasa iba pada jiwanya yang haus akan dekapan namja itu. Ia merasa bodoh seperti ini. Merasa bodoh akan segala gerak – geriknya.

I’m regret giving u my love

I regret getting attached to you

I regret holding u back

Why do I have to face the pain alone?

Jujur saja ia terkadang ingin memutar balik waktu dimana ia pertama kali bertemu Min-ho. Waktu ketika ketertarikan itu muncul dengan sendirinya. Waktu ketika magnet pesona Min-ho mengenai hatinya dalam. Ia sangat berharap dapat kembali ke waktu itu, merubahnya. Jadi ia takkan merasakan segala rasa penyesaalan ini. Ia tak perlu merasa menyesal karena telah memberikan cintanya untuk namja itu. Dan dengan serta merta ia tak harus merasakan rasa sakit ini sendirian.

I cried a lot because of u

I laughed a lot because of u

I believed in the love because of u

I’ve lost everything because of u…

Namun dibalik semua itu, ia sama sekali tidak dapat menampik bahwa dulu tawa ini tercipta karenanya. Rasa percaya ini tercipta karenanya. Dan segala rasa yang membuatnya percaya bahwa cinta sejati itu ada, bukanlah sekedar bualan belaka.

Dunia tak selamanya secerah mentari dan sangat berwarna seperti pelangi layaknya di negeri dongeng. Ia tahu itu! Cepat atau lambat ia akan merasakan rasa kehilangan. Kesendirian dan kesepian akan cinta. Sekarang saat itu datang, ya dia kehilangan semuanya sekarang. Semua kebahagiaanya lenyap seketika saat Min-ho dengan tajam menatapnya dan justru melindungi wanita itu.

I’m speechless,suffocating and lonely

The world without u has

Chewed out my heart

Stomped on my dignity

Torn apart my heart

Badanya seketika kaku kala itu, perlahan ia merasa tubuhnya lemas seperti ingin segera merosot ke bawah lantai yang keras dan dingin. Ia merasa takut jika hal itu akan terjadi namun dunia tanpanya terasa lebih menakutkan ketimbang itu semua. Dan ia benar, semua itu bagaikan mimpi buruk baginya. Bahkan mimpi buruk lebih baik. Jika ini hanya mimpi buruk ia masih dapat menyentuh hidung itu esoknya. Ia dapat mengecup pipi putih itu. Membelai rambut hitam itu dan yang paling diinginkannyya adalah mendekap lelaki itu erat. Lalu mengatakan bahwa ia hanya mencintainya, takkan pernah berhenti memcintainya, walau dunia berkata apapun. Keinginnanya tetap sama.

Tapi , jika itu mimpi. Nyatanya ini semua benar dan ia sedang tidak hidup di dunia khayalan. Jika ia sekali saja diberikan kesempatan untuk memohon, tolong! Buatlah ini semua hanya menjadi mimpi buruk. Sehingga ia sekali lagi dapat bangun esoknya dan mengatakan “Saranghae Choi Min-ho”

****

Dan sekali lagi

“Saranghae Lee Tae-min” ujar namja disebarang sana.

Sekali lagi semua ini karena cinta, karena rasa yang telah memenuhi hatimu. Yang terkadang menjadi kompas atau malah sebaliknya yang dapat mengacaukan arahmu dengan mudahnya. Cinta itu rumit, ya. Cinta itu pahit, iya. Cinta itu sakit, dan sekali lagi ya.

 

lizzy

July 2011

S M T W T F S
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31      

Syndicate

RSS Atom
Powered by LiveJournal.com